Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

21 Perempuan Akan Tur 21 Kota dengan Sepeda


foto
TEMPO.COJakarta-Kawasan Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah Jakarta Selatan Ahad 1 April 2012 ramai oleh puluhan perempuan berpakaian serba kuning. Mereka adalah pesepeda yang ikut seleksi akhir tim touringsepeda ‘Srikandi Inspirasi Bagi Negeri.’
Kegiatan ‘Srikandi Inspirasi Bagi Negeri’ merupakan perjalanan bersepeda jarak jauh (touring), dengan titik pemberangkatan Jepara pada 21 April 2012 nanti. Hari ini dipilih karena bertepatan dengan Hari Kartini. Perjalanan akan memakan waktu sekitar sepekan dan berakhir di Bandung.

Misteri Fosil Manusia di Gua-gua Cina

yahoo.comFosil spesies mirip manusia yang baru saja ditemukan di tenggara Cina menjadi misteri bagi para ilmuwan. Menurut para peneliti, fosil ini kemungkinan berasal dari budaya Zaman Batu yang belum pernah tercatat sebelumnya di sejarah.


Fosil berusia 11.500-14.500 tahun ini berasal dari "kaum rusa merah" dan menunjukkan ciri-ciri campuran manusia modern dan kuno. Para peneliti yang menemukan fosil ini terdiri dari gabungan tim Australia dan Cina. Hasil penelitian mereka sudah diterbitkan di jurnal PLoS One.

Sisa fosil tiga manusia, termasuk tengkorak dan gigi, ditemukan pada 1989 di Maludong, atau Gua Rusa Merah, di Provinsi Yunnan, tapi fosil-fosil ini baru mulai dipelajari pada 2008. 

350 Tahun Kekuasaan Belanda Berakhir di Rumah Ini


Rumah Sejarah Kalijati

detik.com, Rumah Sejarah Kalijati menjadi saksi perpindahan kekuasaan Indonesia dari Belanda kepada Jepang. Para wisatawan kini berdatangan ke tempat itu untuk napak tilas detik-detik terakhir masa penjajahan Belanda di Indonesia.
70 Tahun silam (8/3/1942) kekuasaan Belanda yang telah menguasai bumi pertiwi selama 350 tahun berakhir begitu saja di subuah rumah kecil di wilayah Desa Kalijati Barat. Lebih tepatnya rumah yang dikenal dengan nama Rumah Sejarah Kalijati ini terletak di Kompleks Garuda E25 Lanud Suryadarma, Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati, Jawa Barat.

Bangga BERINDONESIA!


detik.comJakarta Bila bukan kita, siapa lagi yang akan memberikan “sesuatu” buat Indonesia? “Bangga BERINDONESIA” bukanlah sebuah nasionalisme yang irasional. Dia sangat masuk akal. “Banyak alasan yang bisa dicatat untuk ‘Bangga BERINDONESIA!’,” ujar Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sofyan Basir.

Tengok catatan ini. Indonesia saat ini merupakan salah satu kampiun negara demokrasi terbesar dunia, bersama India dan Amerika Serikat. Kita pun menjadi pemilik stabilitas politik terbaik di kawasan Asia, bahkan dunia.

Secara sosiokultural, kita masuk dalam jajaran terdepan negara paling majemuk sedunia. Ribuan bahasa lokal dan etnis ada di nusantara. Masuklah ke pedalaman Nusantara ini. Temukan di sana ribuan suku kecil, adat-istiadat, budaya, tarian, kuliner, pakaian adat, tradisi, alat musik hingga kebijakan lokal (local wisdom)! “Hebatnya kita bisa hidup berdampingan dan berbangsa menjadi satu,” lanjut Sofyan.

Wow, Logo ITS Ternyata Hasil Goresan Tangan Bung Karno



detik.comJakarta - Logo milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang mirip dengan logo perusahaan asal Rusia, Inkom TehSnab, ternyata hasil goresan tangan dari presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Demikian dituturkan oleh mantan Wakil Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Nonot Harsono. Ia juga mengungkapkan, ribut-ribut soal kemiripan logo ini sebenarnya sudah pernah terjadi pada 2008 lalu.

Menguak Piramida di Gunung Padang


VIVAnews—Di atas Gunung Padang, pipa itu lurus melesak masuk ke tanah. Lengking suara mesin bor bercampur desau angin melantun di perbukitan Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat pekan lalu. Seorang lelaki tambun menyimak gerak pipa-pipa itu menembus tanah. Dia berkaca mata. Rambut peraknya berkibar di tiup angin.
Di ketinggian 900 meter itu, hujan baru saja reda. Pipa berdiameter 12,5 sentimeter itu baru diangkat.

Momen Langka! Ayo Saksikan Gamelan Pusaka Keraton Yogya

Gamelan Kyai Naga Wilaga dimainkan setahun sekali menyambut Maulid Nabi Muhammad (Foto: Bagus)

detik.comInilah saat yang tepat untuk berlibur ke Yogyakarta! Mengawali acara Sekaten menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Yogyakarta mulai hari ini membunyikan dua gamelan pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo.

Gamelan ini merupakan tradisi syiar Islam sejak zaman kerajaan Islam Demak di abad ke-16 masehi. Dua buah gamelan itu akan dimainkan selama satu minggu, setiap hari mulai pagi hingga malam hari ditabuh oleh para abdi dalem. Gamelan tersebut saat ini ditempatkan di Bangsal Pagongan di depan halaman Masjid Besar Kauman.

Misteri Musnahnya Kebudayaan Angkor Terungkap


VIVAnewsMisteri lenyapnya Kerajaan Khmer yang dikenal sebagai Kebudayaan Angkor terungkap. Sekumpulan peneliti menemukan jawaban runtuhnya kekaisaran yang pernah berkuasa selama berabad-abad di kawasan Asia Tenggara itu.

Saat ini, Kebudayaan Angkor terpecah-pecah menjadi beberapa negara, seperti Kamboja, Thailand, Laos, dan Vietnam. Yang tersisa dari kebudayaan itu saat ini hanyalah bengunan raksasa, jalan, kanal, saluran, dan penampungan air yang berfungsi mencukupi kebutuhan masyarakat pada waktu itu.

Dipenjarakan Soekarno, Dicekal Soeharto



Jakarta - Hidup Sjafruddin Prawiranegara memang bak balada. Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) ini tentu saja seorang pahlawan bagi bangsanya. Tapi ia menjadi korban kezaliman penguasa sebelum akhirnya dengan sangat terlambat diakui kepahlawanannya.

Tidak bisa ditampik jasa Sjafruddin dalam mempertahankan kedaulatan NKRI sangatlah besar. Tapi untuk menetapkan lelaki hebat ini sebagai pahlawan nasional tidak gampang. Nama Sjafruddin diajukan hingga tiga kali sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 8 November 2011 oleh Presiden SBY. Awalnya Sjafruddin diusulkan pada 2007, lalu diusulkan lagi pada 2009. Dan baru pengusulan pada 2011 berhasil.

Pembahasan gelar pahlawan untuk Sjafruddin alot sebab terkait cap ia menjadi pemberontak dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Sjafruddin menjadi perdana menteri gerakan yang ditumpas oleh Soekarno itu.

PRRI lahir dari kerumitan persoalan Indonesia sebagai negara yang masih sangat muda. PRRI ingin mengingatkan Soekarno yang dianggap sewenang-wenang. Saat itu republik memang dalam kondisi yang sulit. Kemiskinan menerjang semua daerah di Indonesia. Tapi Soekarno justru sibuk membangun proyek-proyek mercusuar seperti Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal, dan Stadion Gelora Senayan di Jakarta.