Tampilkan postingan dengan label Solidaritas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solidaritas. Tampilkan semua postingan

Pagelaran Keraton Yogyakarta gelap satu jam


antaranews.comYogyakarta (ANTARA News) - Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang semula terang berubah gelap selama satu jam bertepatan dengan perayaan "Earth Hour" yang diikuti sejumlah komunitas itu, Sabtu malam.

Meskipun harus beradaptasi dengan suasana yang gelap, berbagai persembahan kesenian daerah membuat suasana Pagelaran Keraton Ngayogyakarta itu tetap semarak.

Puluhan warga dan anggota komunitas yang sengaja datang untuk merayakan "Earth Hour" tersebut pun masih tetap mengikuti jalannya acara selama satu jam sambil menjaga agar api lilin tetap menyala.

Di dekat gerbang masuk Pagelaran Keraton Ngayogyakarta, juga telah dinyalakan lilin yang disusun membentuk angka "60+" sebagai logo resmi "Earth Hour".

Drajat Kuswandono selaku Pendamping "Earth Hour" di Yogyakarta mengatakan, generasi muda di wilayah tersebut sangat antusias untuk terlibat dalam acara tersebut.

"Pemerintah daerah pun merespon dengan baik kegiatan ini, karena pemerintah juga mengimbau kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk turut serta dalam kegiatan ini. Termasuk gubernur yang kemudian menawarkan agar kegiatan `Earth Hour` 2012 dilakukan di Pagelaran Keraton," katanya.

Tatkala Dahlan Iskan beralaskan tikar di rumah petani




antaranews.comJakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, di setiap kesempatan selalu menjadi perhatian masyarakat, karena perilaku dan tindakannya yang seringkali di luar kebiasaan seorang pejabat negara.

Biasanya seorang pejabat negara di negeri ini dalam suatu kunjungan kerjanya selalu meminta atau disuguhi fasilitas yang berkelas, mulai dari tempat kegiatan acara tertentu, tempat bersantap, hingga fasilitas penginapan.

Tidak demikian bagi seorang Dahlan Iskan, yang juga pemilik kelompok bisnis multumedia massa Jawa Pos Group. Ia justru lebih nyaman mendekatkan diri dengan kalangan bawah sesuai dengan latar belakangnya yang berasal dari keluarga bersahaja.

Ingin Jadi Penjelajah Waktu, Siswi Bunuh Diri


foto
TEMPO.COBeijing - Dua siswi sekolah dasar bunuh diri setelah salah satu dari mereka tidak bisa masuk rumah karena kehilangan kunci. Mereka berpikir dengan bunuh diri mereka bisa menjadi penjelajah waktu seperti yang ditayangkan di sebuah program TV.

Dua lembar surat mengenai alasan mereka bunuh diri ditemukan. Surat itu menjelaskan dengan bunuh diri kedua siswi itu bisa bepergian ke masa lampau. 

Bupati Subang Gigit Sandal di MA, KY: Innalillahi, Tak Pantas!


Beginilah Kalau Bupati Divonis Korupsi
detik.comJakarta Aksi Bupati nonaktif Subang, Jawa Barat, Eep Hidayat, menggigit sandal di depan Mahkamah Agung (MA) mengundang rasa prihatin. Sebab sebagai pejabat publik tidak sepantasnya dia memberikan contoh atas putusan korupsi yang menjeratnya selama 5 tahun penjara.

"Innalillahi. Ini pengingkaran terhadap putusan MA," kata komisioner Komisi Yudisial (KY), Suparman Marzuki, usai diskusi hukum di LBH Jakarta, Jalan Diponegoro 74, Jakarta, Senin (5/3/2012).

Satu Kota Kecil di Amerika Lenyap Diterjang Tornado


detik.comIndiana, Badai tornado kembali menerjang sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Bahkan sebuah kota kecil di negara bagian Indiana musnah dihantam tornado dahsyat yang terjadi pada Jumat, 2 Maret waktu setempat.


"Laporan-laporan lewat telepon menyebutkan Marysville lenyap," kata Mayor Chuck Adams, juru bicara kepolisian di Clark County, Indiana seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/3/2012). Marysville merupakan kota kecil dekat perbatasan Tennessee.

Gunung Kelud Disahkan Milik Kediri, Pemkab Blitar akan Gugat Gubernur Jatim


detik.comBlitar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar akan menggugat Gubernur Jawa Timur terkait keputusan Gunung Kelud yang jatuh ke tangan Pemkab Kediri. Selain sepihak, keputusan gubenur dianggap mengabaikan data yang dimiliki Kabupaten Blitar.

"Kita sudah siapkan semua. Dalam waktu dekat kita gugat ke PTUN," ujar Kabag Humas Pemkab Blitar Joni Setiawan kepada wartawan di halaman kantor Pendopo Kabupaten Blitar, Kamis (1/3/2012).

SK No 188/133/KPTS/013/2012 yang diterbitkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dinilai Joni merugikan Kabupaten Blitar. Sejarah telah disimpangi. Begitu juga dengan budaya, termasuk refrensi di perpustakaan Leiden Belanda juga dicurangi.

Sopir Angkot Tewas, FPMM Laporkan Polisi Depok ke Polda Metro Jaya


detiknews.comJakarta - Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) melaporkan oknum aparat Polresta Depok menyusul kematian salah satu kelompoknya, Hamid Rolobessy (45), sopir angkot K 19 (Bekasi-Jombang) yang tewas beberapa jam setelah dibekuk aparat di Bekasi Timur.

"Kami mempertanyakan apa yang terjadi dengan saudara kami pada Sabtu malam lalu sehingga dia tewas," ujar M Soleh selaku Sekjen DPD FPMM kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/2/2012).

Soleh juga meminta aparat Polresta Depok menjelaskan alasan penggerebekan warga Ambon itu. "Polisi menangkap mereka seperti menangkap teroris. Kami tidak tahu mengapa mereka ditangkap," imbuh Soleh.

Duh! Nenek Rasminah yang Dituduh Curi 6 Piring Divonis 130 Hari Bui

detiknews.comJakarta - Putusan mengagetkan datang dari Mahkamah Agung (MA). Sebab dalam kasasi MA, Rasminah alias Rasmiah Binti Rawan (55), diputus bersalah mencuri 6 piring milik majikannya. Sebelumnya, Rasminah diputus bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada 22 Desember 2010 lalu.


"Menyatakan Rasminah alias Rasmiah binti Rawan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian. Menghukum terdakwa dengan hukuman 4 bulan 10 hari," kata kuasa hukum Rasminah dari LBH Mawar Saron, Jefri Moses Kam, saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/1/2012).

Doa Wanita Tua dan Makanan Ringan Misterius di Lokasi 'Xenia Maut'


detiknews.comJakarta - Perhatian masyarakat atas insiden 'Xenia maut' masih terus mengalir. Siang ini terlihat seorang nenek dengan khusuk membaca surat Yassin di lokasi kejadian.

"Saya ikut prihatin karena saya sudah pernah merasakan kehilangan cucu akibat kecelakaan," kata nenek yang bernama Sumirat Ningsih (67) itu kepadadetikcom, di Halte Tugu Tani, Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/01/2012). 
Setelah membacakan Yasin, Nenek yang beralamat di Citra Raya Blok I No. 29, Cikupa, itu pun memanjatkan doa. Sementara, kegaduhan lalu lintas di sekitar tidak mengganggu kekhusukannya.

Boneka Steve Jobs Ditarik dari Peredaran


VIVAnews - Sebuah perusahaan mainan asal Hong Kong menarik boneka Steve Jobs dari pasaran dan menghentikan produksinya. Langkah itu diambil karena mereka mendapat komplain dari pengacara Apple dan keluarga almarhum Steve Jobs.

"Walau kami yakin produksi boneka Steve Jobs kami tidak sampai melewati batasan hukum, namun kami memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualannya. Hal ini kami lakukan untuk menjaga perasaan keluarga Jobs," sebut pernyataan resmi In Icons, dikutip dari Telegraph, 17 Januari 2012.

Menteri Linda Kunjungi Korban Xenia Maut


VIVAnews - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Linda Amalia Sari Gumelar, Rabu sore, 25 Januari 2012, menjenguk tiga korban kecelakaan Xenia maut yang terjadi pada Minggu 22 Januari 2012, di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Linda datang ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto sekitar pukul 18.15 WIB, dan langsung menuju ke ruang inap di lantai empat bedah 407, tempat Siti Mukaromah dirawat. Tidak lebih dari 15 menit,  Linda kemudian mengunjungi korban di ruang inap yang berbeda.

BAB Lewat Anus & Vagina, Bayi Faiyasa Butuh Bantuan




detiknews.comJakarta - Sejak lahir bayi Faiyasa mengalami masalah saat akan buang air besar (BAB). Fesesnya tidak hanya keluar lewat anus tetapi juga melalui lubang vagina. Anak ketiga pasangan Rusmini dan Agus ini butuh bantuan.

"Vagina dia agak turun ke bawah dan berdekatan sekali dengan anusnya. Sejak lahir dia begitu. Kalau BAB, BAB-nya juga keluar lewat vaginanya," ujar ibunda Faiyasa, Rusmini, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (26/1/2012).Tak lama setelah lahir, dokter membuat semacam anus di dinding perut Faiyasa atau kolostomi. Dengan demikian, feses bisa langsung keluar dari ujung usus besarnya dan ditampung di kantong kolostomi.

"Kantongnya saja Rp 100 ribu. Digantinya kadang seminggu dua kali, kadang seminggu 3 kali. Sekarang ini anak saya rawat jalan saja ke RS Fatmawati. Saya bopong-bopong dia dari Depok. Kadang bapaknya pinjam motor, kadang pakai angkot," tutur Rusmini.

Satgas: 45 TKI Batal Dihukum Mati


VIVAnews - Kinerja Satuan Tugas untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terkena hukuman mati mendapat pujian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Satgas yang dipimpin oleh Maftuh Basyuni ini melaporkan, sejak Juli-Desember 2011, puluhan tenaga kerja Indonesia (TKI) berhasil diselamatkan dari ancaman hukuman mati.

"Di Arab Saudi, dari sekian banyak yang dibebaskan dari hukuman mati, sebanyak delapan TKI dinyatakan bebas murni, empat TKI dipulangkan ke tanah air, empat TKI menunggu kepulangan, dan empat lainnya dari hukuman mati berubah menjadi hukuman 10 tahun penjara," ujar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Kamis, 5 Januari 2012.

Wow! 3 Kuintal Paku Dikumpulkan dari Jalanan Jakpus Selama 5 Bulan


detiknews.comJakarta - Aksi ranjau paku di Jakarta semakin merajalela. Buktinya, sejak Agustus 2011 hingga kini telah ditemukan sekitar 3 kuintal paku, khusus di jalanan di wilayah Jakarta Pusat saja.

Aksi pengumpulan paku ini dilakukan oleh relawan yang tergabung dalam Sapu Bersih Ranjau Paku (Saber) Comunity. Tiga kuintal paku hasil sapu bersih itu dipamerkan di Jl KH Hasyim Asyari, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2012).

Pendukung Fransisca Gelar Aksi Teaterikal Sindir Jaksa


Bandung - Usai menyerbu dan mencecar jaksa penuntut umum, para pendukung terdakwa Fransisca Jo alias Pipih yang tergabung dalam PAKTA (Pos Advokasi Kepedulian Terhadap Anak) melakukan aksi teaterikal di halaman Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/1/2012).

Dalam aksi itu digambarkan ada seorang ibu dibalik jeruji dan anaknya menangis ingin bertemu anaknya. Diperankan juga ada jaksa yang tidak peduli dengan keadaan seperti itu.
"Ibu, saya mau ketemu ibu. Bebaskan ibu saya," ujar seorang peserta aksi yang menjadi anak.

Sementara dengan karton berbentuk jeruji, seorang perempuan yang berperan sebagai ibu meminta untuk dibebaskan. "Tolong bu jaksa. Saya hanya ingin merawat anak saya," kata ibu tersebut pada jaksa yang meski dipanggi ibu padahal diperankan laki-laki.

Sewa Mikrolet, Nenek Djubaidah Sumbang 80 Sandal untuk Kapolri


detiknews.comJakarta - Nenek Djubaidah (60) mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan membawa 80 sandal dalam karung. Dengan menyewa Mikrolet, Djubaidah ditemani 2 anak, 1 cucu, 1 keponakan dan 3 tetangganya guna memberikan sandal bagi Kapolri tersebut.

"Saya ikut menyumbang. Tapi selebihnya, saya mengumpulkan sandal dari tetangga-tetangga," kisah Djubaidah kepada wartawan di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Selasa (3/1/2011).

400 Sandal Sudah Dikumpulkan Warga Untuk Dukung AAL


detiknews.comJakarta - Dukungan warga untuk membebaskan AAL, pelajar SMKN 3 Palu, yang dituduh mencuri sandal milik Briptu Ahmad Rusdi terus mengalir. Hingga hari keenam, Posko '1.000 Sandal Untuk AAL' sudah mengumpulkan sekitar 400 sandal.

"Sudah sekitar 400 yang terkumpul, beragam sandalnya, ada yang jelek ada yang bagus," kata Koordinator Posko dari lembaga SOS Children Vilage's Indonesia, Budhi Kurniawan, saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/1/2012)

Aksi Solidaritas untuk Bima Merebak


 
VIVAnews - Sekitar 80 mahasiswa melakukan aksi perenungan sebagai solidaritas atas tewasnya dua aktiva Barat. Puluhan Mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda  berkumpul di perempatan Bank Indonesia Mataram dengan membawa lilin.

Dalam aksinya Mahasiswa menggelar orasi dan aksi teatrikal sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Arief Rahman 18 tahun dan Syaiful 17 tahun. "Peluru itu dari rakyat tapi mengapa malah mereka ditembak. Mau jadi apa negeri kita ini kalau rakyatnya mati ditembaki," kata Furqon, salah satu orator, dalam aksi tersebut Sabtu 24 Desember 2011.

Sementara itu menurut Ali Usman Ahim AlKhairi Ketua Walhi NTB, aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap tindakan represif aparat kepolisian dalam membubarkan blokade masa Lambu di Pelabuhan Sape.Sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi. Meski Mahasiswa menggelar aksi, namun arus lalulintas berjalan normal.

Dalam aksi teatrikalnya, mahasiswa memeragakan aksi kekerasan yang dialami warga Lambu Bima. Empat mahasiswa dengan bertelanjang dada terlentang di tengah jalan yang sudah dikelilingi oleh peserta aksi. Bahkan mereka juga memeragakan bagaimana warga Lambu dipukuli dan ditembaki oleh aparat.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat berhasil menguasai Pelabuhan Sape Bima dari pendudukan ribuan warga Kecamatan Lambu Bima. Hingga saat ini kondisi Pelabuhan Sape Bima berangsur kondusif. Sejumlah kendaraan yang sebelumnya tertahan mulai dapat menyeberang ke Pelabuhan Bajo Nusa Tenggara Timur.

Kapolda NTB Brigjend Pol Arif Wachyunadi melalui pesan pendeknya kepada sejumlah wartawan di Mataram mengatakan aksi demonstrasi warga Lambu yang mengatasnamakan kelompoknya Front Rakyat Anti Tambang sudah mengganggu ketertiban umum.Menurutnya apa yang dilakukan aparat keamanan terhadap pendemo di Pelabuhan Sape sudah sesuai prosedur.